Tas
LENTERA HALBAR

Upaya Hukum Luar Biasa Terpidana Mati Diberikan Dua Bulan

M Ashari Waisale

JAILOLO, lenteraonline.com – Setelah permintaan grasi dari terpidana mati Syamsul alias Alan, terkait dengan kasus pembunuhan warga desa Hatebicara Kecamatan Jailolo, yang divonis mati oleh pengadilan negeri (PN) Ternate pada tahun 2012 lalu, ditolak oleh presiden.

Sebagaimana dengan surat penolakan grasi nomor : 49/G tahun 2015 tertanggal 21 September 2015 lalu yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Sehingga Kejari Halbar, memberikan kesempatan kepada terpidana mati untuk mengajukan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK) dengan jangka waktu selama 2 bulan terhitung setelah ditanda tangani formulir PK yang diberikan kepada yang bersangkutan.

“ia, dan upaya PK yang diberikan paling lambat 2 bulan, namun sampai waktu yang ditentukan belum juga dilakukan maka dianggap menerima putusan MK,” ungkap Kasi Pidum Kejari Halbar, M Ashari Waisale kepada Lenteraonline, Rabu 4 Oktober 2017 tadi.

Lanjutnya, sehinga akan dilakukan eksekusi terhadap yang bersangkutan.

Rep/Red : Chull

Tas Tas
Tas Tas

Most Popular

To Top

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss