Program Jagung Mendapat Perhatian Mentan

JAILOLO, lenteraonline.com – Salah satu Program perioritas Pemerintahan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), yakni program pengembangan tanaman jagung 20 ribu hektar, mendapatkan perhatian dari Kementerian pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman.

Andi juga berjanji diakhir tahun ini akan bertandang ke Halbar, Guna melihat secara langsung proses kegiatan penanaman jagung oleh petani hingga pasca panen bahkan proses pengapalan untuk diekspor.

“Karena sudah ada kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan dua negara yakni Malaysia dan Piliphina,” ungkap Bupati Danny menirukan pernyataan Menteri Andi, usai menghadiri rakor antara Kementerian Pertanian dengan Pemda se Maluku – Maluku Utara, pada Rabu 4 Oktober 2017 tadi.

Dalam rapat koordinasi (Rakor) yang mengangkat tema mengembalikan kejayaan rempah-rempah di Indonesia ini, berlangsung di ruang pertemuan Gubernur Maluku, di lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku dan dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Maluku Said Assagaf, Wakil Gubernur Malut Muhammad Natsir Thaib, Direktur Bank Indonesia, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Deden Juhara, para Bupati/Walikota serta Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan se Maluku-Maluku Utara.

Hadir juga para stakeholder seperti pimpinan perbankan, para Dandim, Danramil dan Akademisi khususnya Fakultas Pertanian di Kampus-Kampus se Maluku-Maluku Utara.

Dimanfaatkan penuh oleh Bupati Halbar Danny Missy, untuk menyampaikan peluang dan tantangan serta progres pembangunan Halbar, khususnya dibidang Pertanian.

Dan dihadapan Mentan dan para Kepala Daerah, Bupati Danny menjelaskan progres capaian program tanam jagung di Halbar yang sudah memasuki musim tanam kedua.

Dimana pada musim tanam pertama sudah berhasil direalisasikan penanaman jagung seluas 12 ribu hektar yang tersebar di delapan kecamatan.

“Jadi saya optimis, 12 ribu hektar di musim tanam kedua ini dapat kami capai diakhir tahun ini. Sehingga total penanaman bisa melampaui target yakni diatas 20 ribu hektar,” ucap Danny, menirukan penjelasannya dihadapan peserta forum rakor.

Dikesempatan itu, Bupati Danny juga menyampaikan tantangan yang dihadapi petani jagung di Halbar, seperti kekurangan fasilitas pertanian pasca panen meliputi; mesin pengering, mesin pipil dan mesin panen, serta alat pengolahan lahan berupa mini traktor R4.

Potensi pertanian lainnya yang bisa dikembangkan, lanjut Danny adalah kelapa, pala dan cengkeh juga padi sawah.

“Lahan padi sawah yang belum tergarap berkisar 1000 hektar,” cetus Danny.

Rep/Red : Chull

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
  • linkedin
Left Menu Icon