Dirkrimum Polda Malut: Penyidik tak Temukan Niat Buyung Palsukan Dokumen

TERNATE, LENTERAONLINE.COM–Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) perikanan Provinsi Maluku Utara, Buyung Radjiloen yang disoroti akademisi Fakultas Hukum Universitas Khairun (Unkhair) beberapa waktu lalu, kembali di tanggapi pihak kepolisian.

Direktur Reksrimum Polda Maluku Utara, Kombespol Dian Harianto, SH.MH, saat ditemui lenteraonline.com pada Kamis, 7 September 2017 di ruang kerjanya menyatakan bahwa kasus tersebut sudah selasai dan dinyatakan tidak cukup bukti oleh penyidik.

Menurut Kombespol Dian, kasus pemalsuan dokumen yang terjadi pada tahun 2015 lalu itu, merupakan kesalahan administrasi yang telah diselesaikan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) , sehingga jabatan Buyung Radjiloen sebagai Kepala DKP diturunkan menjadi Plt. Kepala DKP.

“Kalau mau dituntut ya, ke pengadilan tata usaha (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Red),” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam kasus pemalsuan dokumen yang dialami oleh Buyung, unsur pembuktian terhadap niat pelaku dalam melakukan tindak kejahatan tidak dapat dibuktikan.

“Yang paling berat itu unsur niatnya. Tapi tidak ada niat pemalsuan, penipuan dan lain-lain, ya tidak ada,” terangnya.

Rep/Red: Jun

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
  • linkedin
Left Menu Icon