Tas
LENTERA TERNATE

AHM Dituntut 5 Tahun Penjara

Suasana Sidang siang tadi

TERNATE, lenteraonline.com – Mantan bupati Kabupaten Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus alias AHM dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200.000.000 dalam kasus dugaan tindak pidana Korupsi anggaran pembangunan Masjid Raya Sula yang bernomor Register Perkara: PDS-01/s.2.15/ft.1/10/2017.

Tuntutan terhadap Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Wilayah II Indonesia Timur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar ini berlangsung di Pengadilan Tipikor Provinsi Maluku Utara, tepatnya di PN Ternate pada 1 Mei 2017 sekira pukul 11:30 WIT siang tadi.

Sidang dugaan Korupsi Masjid Raya Sula tersebut dipimpin Hendrik Tobing sebagai Ketua Majelis Hakim dan Anggota Siful Anam, Efendy Hutapea dan Lajamal.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara terdiri dari empat orang yang dikoordinir oleh Ivan Damanik, sedang penasehat hukum  terdakwa Ahmad Hidayat Mus alias AHM sebanyak 6 orang yang diketuai oleh Wa Ode Nur Zaina dan Muhammad Konoras.

JPU dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa Ahmad Hidayat Mus alias AHM terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan, dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau koorporasi dalam kasus dugaan korupsi Mesjid Raya Sula yang merugikan keuangan Negara senilai Rp23,5 miliar yang dikerjakan oleh Aris Purwanto, Direktur PT. Mandiri Wahana Lestari selaku kontraktor pelaksana atau penyedia barang dan jasa pembangunan Mesjid Raya Sula tahun anggaran 2009-2010.

Eks bupati Kebupaten Kepulauan Sula dua periode ini dituntut sesuai dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18  undang-undang nomor 20 tahun 2010, subsider pasal 3 jonto pasal 18  Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Usai membaca tuntutan, kuasa hukum terdakwa merasa keberatan dan siap negajukan pledoi. Setelah mendengar keberatan dari terdakwa, ketua Majelis Hakim langsung menutup sidang yang dibuka untuk umum tersebut dan akan dilanjutkan kembali pada 16 Mei 2017 mendatang dengan agenda pembelaan (pledoi).

Rep/Red:zls

Tas Tas
Tas Tas

Most Popular

To Top

This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss